Pesona Ujung Genteng

assalamualaikumwrwb

Hari sabtu tanggal 14 Juni 2014 jam 04.30, seorang gadis bernama Novi Nav berteriak dengan sangat kencangnya “Woooi . . . bangun woooii . . subuh wooooii . . siap siap woooiii . .!!!”. Iya . . ,, hari itu, kami para gerombolan makhluk astral dari dunia lain berencana akan mengadakan liburan singkat ke suatu tempat di ujung sukabumi dengan koordinat S7.372260 – E106.402290 (sumber Google). Nama tempatnya adalah End Of Tile (ce i laaah) alias . . Ujung Genteng. Rute kami berangkat adalah dari Baranang Siang, Bogor – Jawa Barat.

Rute

~ Rute dari terminal Baranang Siang, Bogor ke Ujung Genteng, Sukabumi ~

Hari pertama

Sudah kami persiapkan segala sesuatu yang diperlukan selama liburan ini, termasuk transportasi. Kami berangkat menggunakan dua mobil pribadi . . yaa. . pribadi punya orang lain yang kami pinjam 😀 . ahaha.

Lansung saja ane ngenalin siapa aja personil yang ikut.

Mobil 1:

  1. Adi Permana
  2. Novi Nav
  3. Dewi Ode
  4. Cakra Dian (ane gan)
  5. Riri Ipeh
  6. Dede Midi
  7. Qiqi Iryaqub
  8. Yeni

Mobil 2:

  1. Ichsan
  2. Prana Jaya
  3. Yogi Sandi
  4. Dika Ramdona
  5. Annisa Khoir
  6. Rohmat Maulana
  7. Shinta Lefka
  8. Malik and The Esensial

Masing – masing hanya membayar Ro. 200.000,-/orang and Lets go to the bitch ~~~ bitch, eh beach (skip skip skip). Rencana keberangkatan jam 06.00 pagi tapi ternyata ngaret 30 menit. Kami berangkat pagi pagi sekali karena banyak terdengar kabar jikalau bepergian ke daerah sana, usahakan jangan malam, karena alasan keamanan. Masih sering terjadi perampokan, begal atau semacamnnya. Tapi kita berdoa yang baik baik aja, semoga kondisi dalam perjalanan selamat sampai tujuan dan kembali ke rumah masing – masing dengan bahagia “Aamiin”. Lama perjalanan sekitar 7 – 8 jam kalau mobil ga ngebut-ngebut amat :D. Kalau ngebut mungkin 1 jam juga udah nyampe, nyampe rumah sakit. Alhamdulillah di perjalanan tidak ada macet, jadi kami di mobil 1 sangat menikmat perjalanan sambil nyanyi-nyanyi lagu Raisa.

20140614_081459-picsay

2014-06-14 07.01.11

~ Selfie Sukaesih in the Borrow Car ~

1 jam perjalanan masih semangat, 2 – 3 jam perjalanan masih semangat juga, 4 jam perjalanan sudah sunyi senyap. Sebagian dari personil di mobil 1 sudah tertidur kecuali ane dan Adi yang mengendarai mobil supaya baik jalannya.

Semakin dekat lokasi yang kita tuju, semakin jelek juga jalannya :(. Jalan yang berlubang membuat jantung ini ~ berdetak lebih kencang . .seperti genderang mau peraaaang . . “aku sedaaang ingin . . bercintaaaa . . karenaaaaa . . . mungkin ada kamuuuu . . . disini . . .aku ingiiin . . “  (skip skip skip).

Setelah -+ 8 jam perjalanan, akhirnya sampai juga di pintu gerbang kawasan Ujung Genteng. Disini . . ane juga agak lupa, kami harus membayar atribusi sebesar (kalau ga salah nih) Rp. 27.000,-/mobil. Tidak jauh dari pintu gerbang, terlihat villa yang sudah kami pesan beberapa hari sebelumnya. Vilaa Pak Ujang, itu namanya.

Villa Pak Ujang ini cukup luas. Ada beberapa tipe villa. Standard – Double dikenakan biaya sekitar Rp. 150.000,- sedangkan tipe Deluxe – Double berkisar Rp. 600.000,- rupiah. Karena kami banyakan, maka kami mengambil yang tipe Deluxe – Double. Pada tipe ini terdapat 3 kamar tidur. 2 Kamar dengan 3 ranjang dan satu lagi hanya 1 ranjang. Selain itu terdapat 3 kasur tambahan apabila dikamar tidak cukup. Ada 1 ruang tamu dengan tv, 1 dapur yang besar dilengkapi dengan kulkas dan kompor serta 2 toilet. Di bagian luar villa terdapat fasilitas lain seperti 1 lapangan volli dan basket.

DSC_0310

~ Penampakan Villanya ~

Setelah memasukan barang – barang kedalam villa, kami pun makan siang bersama. Makan siang ayam bakar di sponsori oleh Shinta Lefka. Beres makan siang sebagian dari kami lansung bernarsis – narsis ria di lingkungan villa, sebagian bermain volli dan basket, sisanya lebih memilih untuk tiduran didalam villa (sebut saja namanya Adi & Ichsan). Kalau ane sendiri sih lansung sholat Dzuhur (ce i laaah ~ skip – skip – skip).

DSC_0298

~ Riry Ipeh lengkap dengan kipas kemenangan capres – cawapres pilihannya ~

DSC_0302

~ Dewi Ode & Annisa ~

DSC_0313

~ Para makhluk astral ~

DSC_0317

DSC_0315

DSC_0318

DSC_0325

~ Shinta Lefka & Umi Aminah ~

DSC_0348

~ Marsha and The Bear ~

DSC_0355

~ Nahan boker ~

DSC_0354

~ Ngebayangin berdua dengan mas Malik di pelaminan ~

DSC_0327

~ Para pemain volli dari gang dolly ~

DSC_0330

~ My name is Rohmat Maulana ~

DSC_0331

~ Yogi Sandy in action ~

DSC_0333

~ Dika Ramdona kena encok ~

DSC_0335

~ Budi Anduk ~

DSC_0336

~ Rita Sugiarto ~

DSC_0338

DSC_0362

DSC_0393

DSC_0368

DSC_0363

~ Man of the match . . . Adi Permana the sleeping beauty ~

Habis maen-maen disekitar villa, berikut ane laporkan lagi tampang – tampang kecapean teman – teman ane :D.

DSC_0365

~ Mas Malik and The Esensial ~

DSC_0366

~ Jangan ditanya lagi ini siapa !!!. . . bener, ini abang becak ~

Waktu menunjukkan jam 15.30. Setelah semuanya sholat Azhar. Kami berjalan jalan menuju pantai yang tidak jauh dari villa. Pantai dengan banyak batu karang.

DSC_0384

Jangan lupa kalau berjalan disini usahakan memakai sendal, . . . “Ga punya?, Ga bawa”? . .  tenang, di sekitar pantai ada yang jual sendal beserta souvenir khas Ujung Genteng kok, ada sendal, kaos dan lain sebagainya. Alasan kenapa harus pakai sendal, karena ada binatang binatang laut seperti bulu babi yang bahaya kalau ke injek. Selain bahaya pada kaki, kasian juga kan mereka di injek ga salah apa apa :D. Punah ntar  . . . ahahaha.

2014-06-14 15.45.13

~ Ini salah satu bulu babi, tapi yang lagi sembunyi karena malu dia babi ~

2014-06-14 15.37.36

~ Kalau ini salah satu babinya  . . eh maaf :D, calon istri ane maksudnya ~

20140614_154030-picsay

~ Nah ini babi yang bener . . , eh kampret . . gue juga ada disitu 😀 ~

Tidak lama, hanya sekitar 30 menit karena kami harus beranjak lagi ke tempat penangkaran penyu. Jaraknya tidak terlalu jauh, 15 menit juga udah nyampe kalau ga macet.

DSC_0398

~ Model lingerie nya Victoria Sengget  nih udah ga sabaran pengen liat penye ~

Untuk masuk ke tempat penangkaran penyu dikenakan biaya Rp. 10.000,-/orang dewasa serta Rp. 5.000,-/anak-anak.

DSC_0401

~ Fobar di depan gerbang penangkaran penyu ~

Menurut kabar yang kami dengar, setiap jam 17.30 di tempat itu ada acara pelepasan tukik (anak penyu yang unyu unyu). Acara tersebut menjadi tontonan yang sangat menarik bagi kami. Kalau ane sebut sih, ini acara adalah balapan tukik, tukik yang mana yang bisa masuk duluan ke laut, itu juaranya. Tukiknya ngerangkak, kita yang teriakin “Tukik . . . tukik . . . tukik . . . pucuk . . . pucuk . . . pucuk”

DSC_0457

DSC_0459

~ go tukik go tukik go ~

DSC_0452

DSC_0453

~ Para suporter tukik racing team ~

Selesai acara itu kami kembali bermain di pantai. O iya . . sampai lupa bilang. Pantai disini bersih banget, ombaknya lumayan gede. Cocok lah buat pecinta olahraga selancar.

2014-06-14 17.06.14

~ Pasirnya gan . . . halus . . . pasti sering pake lotion ~

DSC_0402

DSC_0413

DSC_0416

DSC_0417

DSC_0423

~ Salah kostum gan , , harusnya pake bikini aja ye kayak model Victoira Sengget ~

DSC_0424

~ No komen deh kalau ini ~

DSC_0444

DSC_0446

DSC_0472

~ Udah mulai gelap ~

2014-06-14 17.13.00

~ Bukan foto praweding yah . . . apalagi pramenstruasi 😀 ~

2014-06-14 17.13.09

2014-06-14 17.19.36-picsay

~ Sekalian syuting film naga nagaan Indosi*r 😀 ~

Huffft . . capek juga maen di pantai. Maghrib pun tiba, kami bergegas untuk pulang ke villa dan melanjutkan agenda malam hari . . yaituuu . . bakar villa, eh salah . . bakar ikaaaan.

Setelah semuanya mandi dan sholat maghrib. Beberapa teman kami, berangkat ke tempat penjualan ikan. Sepulangnya mereka dari membeli ikan, kami sambut dengan penuh sukacita (anggap aja ada suara terompet serta kembang api). “Horeeee . . kakeeek pulaang . . bawa ikaaan . . . guedeeeee . . . “. Hahahaha. Kami semua bak kucing unyu unyu yang kelaparan dimalam hari.

Para gadis gadis bertugas memasak sayur, dan nasi dan cowok-cowok bertugas untuk bakar ikan, ane sendiri nyuci piring (looh . . ).

Ikan yang dibeli teman kami cukup gede, satu ikan untuk 16 anak kucing yang kelaparan (kebayang kan gedenya). Tambah lagi beberapa ekor cumi cumi yang gede. Total biaya yang kami keluarkan untuk membeil ikan yang gede itu dan beberapa cumi cumi sebesar Rp. 270.000,-

Hokeeee . . after dinner, semua personil kekenyangan tanpa terkecuali, dan itupun ikannya masih sisa banyak. Jadi kita simpan saja untuk dicampur di nasi goreng besok pagi. Setelah semuanya bersih kami hanya ngobrol ngobrol aja sambil nonton tv. Kebanyakan yang kami obrolin adalah tentang pemlihan capres dan cawapres karena emang lagi musimnya. Ada yang jagoin pasangan nomor 1, ada yang nomor 2 . . ,,, yaaah itu hak masing masing, kalau ane sih tetep milihnya nomor 3 ~ “Persatuan Indonesia” . . ahahah, intinya siapapun yang terpilih nanti, toh dia yang bakal mimpin negeri ini, ane doain aja semoga Indonesia bisa lebih baik “Aamiin”.

Time to sleep madafakaaaa. . . padahal baru jam 22.00, teman teman ane satu persatu beranjak ke tempat tidur. Wajar wajar aja, perjalanan 8 jam tambah lagi aktivitas main di pantai dan bakar ikan membuat badan ini rasanya ingin tidur cepat.

Jujur ni ya . . di samping villa yang kami sewa itu ada dangdutan lengkap dengan penyanyi – penyanyinya yang bajunya kekurangan bahan. Aduh . . kebetulan ane dan sandy kebagian kasur deket jendela, jadi weee fokus ke arah situ dan susah tidurnya. Asik yee . . liat yang sekseeh sekseeh malam malam dideket laut. Namanya pinggir pantai, wajar kalau malam juga terasa panas, bener ini, , ,serius . . ane ama sandy udah kayak homo di kasur berdua tanpa pakai baju. Saking panasnya sandy sampai pindah tempat dan memilih tidur diluar, . . . diluar angkasa . . (ahaha).

Hari kedua

Perasaan baru tidur sebentar udah pagi aja. Bunyi alarm dengan segala macam lagu berdering. Beberapa dari kami sudah bangun, sisanya masih tidur pulas. Agenda kami pagi ini adalah mengunjugi pantai lagi, tapi lokasinya lebih jauh dari tempat penangkaran penyu. Pantai yang terkenal dengan wasir putihnya eh . .kampret,,, maksudnya pasir putih. Tapi sebelum itu, kami sarapan dan senam terlebih dahulu yang di instrukturi oleh Prance Jaya Putra.

Setelah sarapan dan senam akhirnya semua personil udah siap, mobil udah dipanasin . .jadi mari kita bernyanyi kembali ~~~ “Lets go to the bitch . . . bitch”, eh beach (sekali lagi maaf pemirsah).

Perjalanan ke pantai pasir putih ini cukup jauh dengan kondisi jalan yang buruk (belum diaspal), jadi jangan nekat melewati jalan ini dikala hujan, karena bisa aja ban kendaraan kalian nyungsep (apaan tuh nyungsep).

Sesampainya di TKP, tidak ada tanda – tanda jalan masuk ke pantai atau semacamnnya. Hanya ada parkiran dengan tarif Rp. 3.000,-/mobil dan Rp. 2.000,-/motor serta penjual es kelapa. Jalan masuk ke pantainya hanya jalan setapak dengan semak belukar dikanan dan kiri kami. Seolah olah nih kita yang lagi jalan serasa masuk ke hutan tempat syutingnya film Hunger Games.

DSC_0473

~ Penampakan orang orang yang jauh dari Sirotal Mustaqim 😀 ~

DSC_0474

~ Tapi narsis tetep boleh yeee 😀 ~

DSC_0476

Pertama kali masuk, yang memimpin jalan sambil teriak teriak “luruus luruus” adalah saudara Prance Jaya Putra, saking sok tau nya, 15 anak unyu unyu dibelakangnya tersesat (gebukin Prance gebukin Prance). Ini serius . . . ga ada petunjuk jalan sama sekali semisal lampu lalu lintas atau belok kiri boleh lansung 😀 hahaha. Untungnya kami, 16 orang peserta Hunger Games ini tidak masuk terlalu dalam menerobos semak belukar. Tak lama setelah itu ada yang teriak . . “Mas . . . lewat sini” dan akhirnya kami berbalik arah. Jalannya masih sama, licin dan dipenuhi semak belukar. Suara ombak semakin terdengar dan eng i eeeeng . . .

DSC_0477

~ Pemandangannya indah banget gan . . . . (*sfx = Fabiayyi alaa . . irabbikumaa tukadzibaan) ~

Pantai pasir putih yang terkenal itu didepan mata. Dengan deru ombak seperti sedang menyanyikan lagu Raisa (Moving on) :). Beberapa teman berlarian menuju pantai, beberapa lagi ber selfie sukaesih ria, dan kami para cowooook . . karena sekarang momennya pas piala dunia, kami lebih memilih bermain bola. Ssssaaaaah . . . serasa sedang bermain kayak Hyuga di film animasi Captain Tsubagio . . . eh Tsubasa.

DSC_0478

DSC_0479

DSC_0481

~ Look . .  . hampir ga ada sampah, mmmm . . . yang pake kaos merah paling depan kayaknya sampah deh 😀  . .  bcanda Pran . . . bcandaaa ~

DSC_0485

DSC_0487

DSC_0489

~ Ati ati kakinya . . . lumayan banyak ranting ranting kayu berserakan ~

DSC_0490

~ Kapan lagi bisa foto ama Budi Anduk di pantai ~

DSC_0491

~ Semarak piala dunia  2014 ~

DSC_0492

DSC_0496

Udahan ah maen bolanya . . capek !! padahal baru 15 menit , hahaha . . .  Maen bola diatas pasir itu cepet banget capeknya (bilang aja jarang olahraga) :D. Mending maen aer aj dah . . . Kita basah basahan sampe tumpeh tumpeeeeh.

DSC_0497

~ Nah loo . . Budi Anduk lagi ngapain tuh ~

DSC_0500

~ Sekilas mirip adegan The Raid 2 pas di penjara ~

DSC_0503

~ Gerakan mengubur yang tak berguna 😀 ~

DSC_0507

~ Ati ati anyut  . . . ~

DSC_0508

DSC_0513

~ “Patrick star . . . kaukah didalam sana” ~

DSC_0523

DSC_0529

~ Mandi buih ~

DSC_0534

~ Kayaknya lagi sholat . .  . udah  . . . jangan diganggu 😀 ~

DSC_0535

~ “Adakah putri duyung disana yang ingin jadi istriku” ~

DSC_0537

DSC_0538

~ Semakin siang semakin rame yang berdatangan ~

DSC_0544

~ Menunggu jodoh ~

DSC_0545

DSC_0553

DSC_0556

~ Mojok aja nih, eh salah . . nengah aja nih berdua 😀 ~

DSC_0557

DSC_0559

Hari sudah semakin siang, karena kami harus check out dari villa jam 12.00, maka dari itu kami memutuskan untuk pulang.

DSC_0564

~ Sambil nunggu giliran mandi, Dede Midi asik nonton K-Pop ~

DSC_0567

~ Sementara itu, Budi Anduk debat dengan Prance ~

DSC_0568

~ Nah . . . kalau ini sesosok makhluk tanpa wajah 😀 ~

———————————————————————–

—————————————–

Pesona Ujung Genteng memang sangat indah, entah kenapa . . . mungkin pemerintah kurang memperhatikan salah satu tempat yang bisa menjadi sumber penghasilan bagi warga sekitar dan daerah sebagai tujuan wisatanya. Kondisi jalan yang sangat buruk munkin menjadi salah satu faktor orang orang serasa (agak) malas untuk berkunjung kesini. Setelah dua hari liburan ini, ane sadar betul (ce i lah) bahwa banyak sekali tempat yang indah di Negeri kita tercinta ini, Indonesia yang harus dikunjungi dan dijaga. Semoga kelestarian Ujung Genteng tetap terjaga selamanya dan berkembang menjadi tempat wisata yang lebih indah. Untuk teman – teman yang terlibat, maaf kalau ada ucapan dan salah salah kata . . . bcanda gaaan . . .bcanda . . . Karen kalau kata anak sekarang “Teman yang baik adalah, teman yang manggil kalian dengan sebutan – sebutan nyeleneh seperti nyet, pesek, item dll tapi nggak membuat kalian marah, sebaliknya teman yang tidak baik adalah yang mengucapkan kata kata manis di depan kalian tapi tetap ngomongin dari belakang  . . . belakang stadion . . . hahaha :D, semoga kita bisa berlibur bersama lagi di waktu yang akan datang.

~ ” . . . Sampai Jupeeeeeee . . . ” ~

Advertisements

6 thoughts on “Pesona Ujung Genteng

  1. senangnya hatiku turun panasku *loh loh… senangnya hatiku bisa mengunjungi pantai seindah ini.. the most beautiful beach I ever visit, Alhmdulillah.. semoga tetap seindah ini, Indonesiaaaa… baguuss 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s